Semilir angin berhembus, di belahan bumi berbeda.
Kau masih menjadi pemenuh pikirannya.
Mencipta gelisah hatinya.
Dingin maya sikapmu bertolak dengan nyata sikapmu.
Apakah ini aslimu ? Pikirnya membatin.
Barangkali benar, hanya keterpaksaan berselimut kepura-puraan yang kau tampilkan selama ini.
Semoga ia mampu bersabar dengan bendungan rindu tak berbalas.
-------
FA
Komentar
Posting Komentar