Langsung ke konten utama

Postingan

Mimpi

Tentang mimpi. Bukankah mimpi adalah wujud kebebasan ? Dan buah dari kreatifitas pikiran serta pengetahuan yang dimiliki ? Tapi, sayangnya bermimpi tidak melulu menyenangkan. Terlebih, ketika ia sudah terbangun dengan baik, tertata, tersusun begitu matang hingga ke dalam-dalamnya. Dan, ditahap akhir, yaitu tahap realisasi. Semua berubah, dihancurkan begitu saja. Tapi tak apa. Setidaknya sang pemimpi itu masih bisa berbahagia kan ? Meski dalam dunia hayal. Bukankah di jaman now, manusia hidup di dunia hayal ? Lebaran di whatsapp, makan tak lagi berlandaskan pada perut yang lapar melainkan laparnya mata, dan digitalisasi kehidupan lainnya. Terimakasih. -------------------- Imaji, FA

[Day 3] Bendungan Rindu

Ada rindu yang menggumpal selayaknya empal. Rindu itu semakin membuncah seperti potongan buncis untuk hari raya. Rindu pada tanah perjuangan. Tempat api menjelma menjadi laut. Bandung Lautan Api. Kota dengan seribu cinta dan kesantunannya. Lima bulan berlalu sejak pertemuan terakhir itu. Dua belas bulan berlalu sejak pertemuan bermakna itu. Bandung, mampukah hati ini membendung rindu yang semakin berdendang ? Menggetarkan jiwa, mendebar-debarkan hati, dan menguatkan kaki untuk kembali menginjakkan di tanah ayumu. Benarlah secarik kalimat yang menyatakan Kau selalu mampu menumbuhkan ghirah pada setiap insan untuk kembali mencinta. Nantikanlah. Pertemuan selanjutnya. Pertemuan halal di bulan syawal, insyaa Allah. Bukankah berprogress lebih baik ? Allah selalu punya skenario terbaik kan ? Tahun lalu Romadhon. Tahun ini Syawal, insyaa Allah. Dan tahun depan, nantikan. (: Allahu yubarik fiikum! ------- FA

[Day 2-d] Syair Syair

Huruf demi huruf tersusun membentuk kata. Kata demi kata terangkai membentuk kalimat. Kalimat demi kalimat bersatu membentuk syair syair. Syair syair tak bernafas. Syair syair tak berbalas. Syair syair tak sampai. Pada ia yang dituju. Syair hanya sekedar syair. Tanya dalam pikir. Resah dalam batin. Kecewa dalam hati. Syair syair hanya sekedar syair. Yang penting tertuang. Dan menjadi bacaan bagi diri sendiri. Sebagai bahan tawa di suatu hari nanti. Ketika diri telah lupa dan kembali mengingat. Masa masa diperbudaknya diri oleh rasa tak bertuan. ------- FA

[Day 2-c] Tahukah Kamu ?

Tahukah kamu ? Bahwa ada seorang yang merindumu. Ia yang berkali-kali melihat layar handphonenya, sekedar berharap balasan darimu. Tahukah kamu ? Bahwa ada seorang yang menanti. Menanti rangkaian huruf darimu, walau hanya sepatah kata. Tahukah kamu ? Bahwa ada seorang yang memikirkanmu. Penasaran, menduga-duga, hingga membangun hipotesis atas sikapmu kepadanya. Tahukah kamu ? Jika seorang tersebut adalah seorang yang sedang berjuang melepaskan perasaannya padamu. Ia tak butuh apapun, terkecuali kabar darimu. Sebab, baginya kebosanan adalah cara terampuh untuk menjauh. Bukan, bukan dengan ditinggalkan. Sebab diacuhkan hanya membuatmu semakin dekat dengan pikirannya. ------- FA

[Day 2-b] Berselimut Kepura-puraan

Semilir angin berhembus, di belahan bumi  berbeda. Kau masih menjadi pemenuh pikirannya. Mencipta gelisah hatinya. Dingin maya sikapmu bertolak dengan nyata sikapmu. Apakah ini aslimu ? Pikirnya membatin. Barangkali benar, hanya keterpaksaan berselimut kepura-puraan yang kau tampilkan selama ini. Semoga ia mampu bersabar dengan bendungan rindu tak berbalas. ------- FA