D
|
epok.
Ahad 13 Juni 2014, merupakan hari dimana Salam UI dan Lembaga Dakwah se-UI akan
melakukan aksi damai di Bundaran HI Jakarta sebagai bentuk pencerdasan masyarakat
mengenai kasus Jilbab Polwan yang semakin tenggelam tanpa adanya keputusan
pasti dari pemerintah dan institusi resmi Polri.
Diawali dengan persiapan dalam bentuk
pembuatan atribut aksi oleh beberapa fungsionaris Salam UI 17 dan perwakilan masing-masing
LDF pada sabtu malam di Masjid Ukhuwah Islamiyah. Keesokan paginya peserta aksi
yang terdiri dari perwakilan LD se-UI berkumpul di meeting point yang telah
ditentukan yaitu st.UI pada pukul 06.25. Rombongan berkumpul di st.UI sekaligus
menerima arahan dari ketua rombongan yang dipilih dari perwakilan LDF. Setelah
briefing kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju HI dengan kereta tujuan
Tanah Abang. Sesampainya di Bundaran HI pukul 07.30, rombongan kembali
berkumpul di meeting point yang telah ditentukan tepatnya didepan Mandarin
Oriental Indonesia untuk berkumpul dengan rombongan yang terlebih dulu tiba
sekaligus untuk menerima arahan dari ketua LDK Salam UI Fariz Abdillah yang juga
sudah tiba lebih dulu, massa aksipun mulai menjadi perhatian masyarakat sekitar
karena mengenakan jaket almamater Universitas, setelah menerima arahan dari
Fariz acara pun segera dibuka oleh MC yang diamanahkan kepada Jabbar mahasiswa FISIP jurusan Ilmu Administrasi Fiskal 2012 dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an (An Nur ayat
31) oleh Hari Setya Negara yang merupakan fungsionaris Katrad Salam UI 17. Tepat
pukul 07.51 pembukaan pun selesai dan dilanjutkan sesi orasi oleh perwakilan
dari masing-masing LDF, orasi pertama disampaikan oleh saudara Gesang yang saat
ini diamanahkan sebagai ketua LDF Psikologi (FUSI), pukul 07.59 dilanjutkan
dengan orasi dari saudara Irsyad ketua Formasi FIB, kemudian pukul 08.10 orasi
ketiga disampaikan oleh saudara Adit, Adit merupakan ketua Formasi FIB yang
memiliki rekam jejak luar biasa dalam melakukan aksi, selanjutnya orasi keempat
dari Fahmi yang saat ini diamanahkan sebagai Ketua Serambi FH UI, pada orasinya
Saudara Fahmi memimpin massa aksi untuk menyanyikan yel-yel yang telah dibuatnya
sekaligus mengajak masyarakat yang melintas untuk memberikan tandatangan di
baliho dan kain putih yang telah disediakan sebagai bentuk dukungan untuk
legalisasi jilbab polwan. Setelah orasi dari saudara Fahmi, pukul 09.05 massa
aksi merapatkan barisan untuk jalan santai berkeliling bundaran HI sambil
menyanyikan yel-yel yang dipimpin oleh saudara Fahmi, ketika berkeliling massa
aksi juga membagikan kertas A5 yang berisi informasi terkait issu jilbab polwan
sekaligus press release dari hasil talkshow bertemakan "Wanita, Negara,
dan Jilbab" yang diadakan pada bulan maret 2014 dan ditandatangani oleh
pembicara yang hadir yang terdiri dari perwakilan MUI, Komisi 1 DPR RI, dan
Komnas HAM, serta pakar hukum tatanegara sebagai bentuk dukungan untuk membela
hak polwan muslim berjilbab. Setelah berkeliling selama sepuluh menit, massa
aksipun kembali ke meeting point dan melanjutkan sesi orasi yang disampaikan
oleh saudara Farhan ketua FUSI Teknik, setelah sesi orasi dari masing-masing
LDF selesai dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh dua perwakilan fungsionaris
Kastrad Salam UI yaitu saudari Detri dan saudari Nina. Nina membacakan puisi
yang mengarah kepada curahan hati seorang polwan muslim yang merasa mendapatkan
diskriminasi sebagai warga negara karena begitu sulit untuk memperoleh izin menggunakan
jilbab ketika bertugas, padahal menutup aurat (read: penggunaan jilbab)
merupakan perintah agamanya sekaligus kewajiban setiap muslimah. Berbeda dengan
Nina, Detri membacakan puisi yang lebih mengarah sebagai bentuk kritik atas
ketidakpedulian pemerintah khususnya Presiden dalam kasus jilbab polwan, dalam
puisinya Detri juga mengulas kembali sejarah dijaman orde baru dimana ribuan
pelajar muslim mendesak pemerintah agar segera memberikan izin resmi penggunaan
jilbab dalam dunia akademik. Setelah pembacaan puisi oleh saudari Detri dan saudari
Nina, dilanjutkan dengan orasi dari beberapa ketua LDF yang belum memberikan
orasinya di sesi pertama. Setelah orasi sesi kedua dari ketua LDF selesai, dilanjutkan dengan pembacaan surat
untuk Presiden dan beberapa calon presiden oleh saudari Detri. Kemudian dilanjutkan
kembali sesi orasi yang merupakan orasi terkahir sekaligus penutup oleh saudara
Fariz Abdillah ketua Lembaga Dakwah Nasional Salam UI 17, dalam orasinya Fariz
menyampaikan latar belakang kasus jilbab polwan dimana pada bulan November 2013
kapolri Bapak Jendral Sutarman dalam pidatonya menyatakan bahwa setiap anggota
polwan dipersilahkan untuk bertugas menggunakan jilbabnya karena itu adalah hak
asasi manusia. Tapi kurang dalam satu minggu tepatnya pada 28 November 2013
wakapolri Komandan Jendral Ogroseno secara sepihak mengirimkan telegram rahasia
yang berisi perintah untuk menunda penggunaan jilbab oleh polwan dan hingga
saat ini penundaan itu masih saja dilakukan. Fariz juga menyampaikan bahwa Salam UI bersama beberapa elemen dan lembaga masyarakat
seperti MUI, Komnas HAM, ICMI, MIUMI, KAMMI, dan FSLDK berkonsolidasi untuk
mendukung terwujudnya kebijakan membolehkan polwan berjilbab ketika bertugas. Ketua
FSI FEUI 2013 tersebut juga membacakan 3 (tiga) rekomendasi yang merupakan
hasil dari talkshow bulan maret lalu, yaitu: Pertama, mendesak Presiden
Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhiyono untuk segera melegalkan
jilbab ditubuh institusi Polri melalui peraturan pemerintah atau pertauran
presiden karena hal tersebut tidak bertentangan dengan Hukum dan UU Negara
Indonesia. Kedua, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut ikut
mengawal dan juga mendesak kasus jilbab polwan untuk segera diselesaikan dengan
baik. Ketiga, tetap aktif dalam mengawal issu jilbab polwan ini sampai akhir
secara konsisten. Setelah itu Fariz menyampaikan bahwa Salam UI menolak lupa
dan akan terus ingat dan terus menagih janji pemerintah, bahkan kepada presiden
terpilih nanti. Karena, Salam UI akan terus upayakan kemerdekaan untuk
mengenang jilbab polwan sampai titik darah penghabisan serta hingga tidak dapat
bergerak lagi. Dan dalam mengakhiri orasinya Fariz menyampaikan informasi bahwa
Senin, 14 April 2014 akan ada aksi yang lebih besar dari teman-teman KAMMI, FSLDK,
dan Aliansi Pelajar Islam Indonesia yang akan dimulai pukul 09.00 dari Bundaran
HI hingga Istana Negara, Fariz juga kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama
mendukung legalisasi jilbab polwan. Dengan
berakhirnya orasi dari saudara Fariz Abdillah berakhir pula aksi simpati dari
kawan-kawan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Indonesia. Sebelum pulang
teman-teman aksi berdo’a terlebih dulu dan membersihkan lokasi dari sampah.
Sekian. Wassalamu’alaykum Warrohmatullahi Wabarrokatuh.
Komentar
Posting Komentar