MECCA
i'm sure you must know. ^-^
Yappp...
Sebagaimana kita kenal mecca adalah Kiblat yang sebenarnya untuk setiap manusia...
dan ternyata sobat, ada suatu pengetahuan yang luar biasa tentang mecca...
Sejarah Bangunan Ka’bah
Pada awalnya bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu
serta letak pintu ka’bah terletak diatas tanah , tidak seperti sekarang yang
pintunya terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan
Nabi Ismail. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat
Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi
ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih,
sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka’bah dibuat
hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam
bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah
lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya
agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy
merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.
Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi
Muhammad SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehinggas
ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja
meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya
serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah”, sebagaimana pondasi yang
dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdurrahman bin Zubair memerintah daerah
Hijaz, bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi
Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan,
penguasa daerah Syam (Suriah,Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina,
terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan peluru pelontar (onager)
yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian
menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil
renovasi Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang
dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami
kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada
masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali
ka’bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun
segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena
dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para
penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka’bah tetap sesuai masa renovasi
khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.
Misteri Rahasia Kota Mekkah
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini
memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan
Ka’bah di alam akhiratBerita Heboh Terkini. Neil Amstrong salah satu astronot
yang di publikasikan pernah mendarat di bulan ini mengatakan “Planet Bumi
ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
biarpun kebenaran neil amstrong mendarat di bulan masih penuh dengan pro dan kontra tapi Neil Amstrong merupakan salah satu astronot yang pernah pergi ke luar angkasa.
biarpun kebenaran neil amstrong mendarat di bulan masih penuh dengan pro dan kontra tapi Neil Amstrong merupakan salah satu astronot yang pernah pergi ke luar angkasa.
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu
mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet,
tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada
alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut..Setelah melakukan
penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah,
tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat
infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto
planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan,
ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita
mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan
bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Keajaiban Ka’bah
Hajar Aswad
Sebuah batu bundar yang berwarna hitam dan berlubang,
terletak di sudut timur Kaabah atau sebelah kiri Multazam (antara Hajar Aswad
dan pintu Kaabah), tingginya sekitar 150 sentimeter, di atas tanah. Batu ini mempunyai
lingkaran sekitar 30 sentimeter dan garis tengah 10 sentimeter, lebih besar
daripada lingkaran muka seseorang. Karena itu, seseorang yang ingin mencium
batu ini harus memasukkan mukanya ke dalam lubang itu. Kepala yang besar pun
dapat dimasukkan ke dalam lubang batu hitam ini. Bahagian luar batu hitam ini
diikat dengan pita perak yang berkilat.
Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam,
melainkan berwarna putih bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang
cemerlang.Abdullah bin Amr bin As r.a (7 SH-65 H) menerangkan bahawa perubahan
warna Hajar Aswad daripada putih menjadi hitam disebabkan sentuhan orang-orang
musyrik. Hal yang sama diungkapkan pula oleh Zubair bin Qais (M. 76 H/65 M).
Dikatakannya bahawa sesungguhnya Hajar Aswad adalah salah satu batu dunia yang
berasal dari syurga yang dahulunya berwarna putih berkilauan, lalu berubah
menjadi hitam kerana perbuatan keji dan kotor yang dilakukan oleh orang-orang
musyrik. Namun, kelak batu ini akan berwarna putih kembali seperti sedia kala.
Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad
tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Mata
air zamzam
Mata Air Zam-zam
Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat
setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang
sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur
Zam-zam. Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan
batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit)
memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak
dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan
yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut
Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi
yang menunjukkan hal itu. Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air
sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit
atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang
mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar
Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil
kearah Shaffa dan Marwa. Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah
tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari
bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17
m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air
Zamzam ini memang unik , karena mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000
mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan
lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air
Zamzam dapat dikelompokkan menjadi : Yang pertama, positive ions seperti misal
sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per
litre), dan magnesium (50 mg per litre). Kedua, negative ions misalnya sulphur
(372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre),
phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).
ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk
(hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses
kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.
Multazam
Satu lagi tempat unik yang ada di lingkungan ka’bah,
Multazam. Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang
lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk
berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau
dikabulkan. Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada dan pipi ke
Multazam sesuai dengan hadist Nabi saw yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari
Abdullah bin Amr bin Al-Ash. (vi/berbagai sumber)
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik
dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam
akhiratBerita Heboh Terkini. Neil Amstrong salah satu astronot yang di
publikasikan pernah mendarat di bulan ini mengatakan “Planet Bumi ternyata
menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
biarpun kebenaran neil amstrong mendarat di bulan masih penuh dengan pro dan
kontra tapi Neil Amstrong merupakan salah satu astronot yang pernah pergi ke
luar angkasa.
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam
radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21
hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi
dibalik penghapusan website tersebut..Setelah melakukan penelitian lebih
lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari
Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak
berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars,
radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang
bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas
di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali
karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih
lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.
Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita
di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah
dibuktikan secara ilmiah.
Keajaiban Ka’bah
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet
Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil
Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan
mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di
area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.” Para astronot telah
menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi
mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website
tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan
website tersebut. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi
tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan
adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini
terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih
berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki
karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah
di alam akhirat. Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada
suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita
mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan
bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama,
lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh
sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita
di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah
dibuktikan secara ilmiah. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar
Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah
musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah )
dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan
berasal dari sistem tata surya kita. Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW
bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada
susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami
al-Tirmidzi al-Hajj (877)
Hajar Aswad
Sebuah batu bundar yang berwarna hitam dan berlubang, terletak di sudut
timur Kaabah atau sebelah kiri Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Kaabah),
tingginya sekitar 150 sentimeter, di atas tanah. Batu ini mempunyai lingkaran
sekitar 30 sentimeter dan garis tengah 10 sentimeter, lebih besar daripada
lingkaran muka seseorang. Kerana itu, seseorang yang ingin mencium batu ini
harus memasukkan mukanya ke dalam lubang itu. Kepala yang besar pun dapat
dimasukkan ke dalam lubang batu hitam ini. Bahagian luar batu hitam ini diikat
dengan pita perak yang berkilat. Menurut banyak riwayat, antara lain daripada
Abdullah bin Umar bin Khattab, Hajar Aswad berasal dari syurga. Riwayat oleh
Sa’id bin Jubair r.a daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka’b r.a,
menerangkan bahawa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia.
Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad ialah batu yang berasal
dari syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari syurga ke
dunia ini. Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu al-Walid Muhammad bin
Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli sejarah dan penulis
pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan informasi yang jelas tentang siapa yang
meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di tempatnya di Kaabah; apakah malaikat
ataukah Nabi Adam a.s.
Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam, melainkan berwarna putih
bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang cemerlang.Abdullah bin Amr
bin As r.a (7 SH-65 H) menerangkan bahawa perubahan warna Hajar Aswad daripada
putih menjadi hitam disebabkan sentuhan orang-orang musyrik. Hal yang sama
diungkapkan pula oleh Zubair bin Qais (M. 76 H/65 M). Dikatakannya bahawa
sesungguhnya Hajar Aswad adalah salah satu batu dunia yang berasal dari syurga
yang dahulunya berwarna putih berkilauan, lalu berubah menjadi hitam kerana
perbuatan keji dan kotor yang dilakukan oleh orang-orang musyrik. Namun, kelak
batu ini akan berwarna putih kembali seperti sedia kala. Menurut riwayat Ibnu
Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna
putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah s.w.t
tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup
mamandangnya. Pada tahun 606 M, ketika Nabi Muhammad s.a.w berusia 35 tahun,
Kaabah mengalami kebakaran besar sehingga perlu dibina kembali oleh Nabi
Muhammad s.a.w dan kabilah-kabilah terdapat di Mekah ketika itu. Ketika
pembangunan semula itu selesai, dan Hajar Aswad hendak diletakkan kembali ke
tempatnya, terjadilah perselisihan di antara kabilah-kabilah itu tentang siapa
yang paling berhak untuk meletakkan batu itu di tempatnya. Melihat keadaan ini,
Abu Umayyah bin Mugirah dari suku Makzum, sebagai orang yang tertua, mengajukan
usul bahawa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya adalah orang
yang pertama sekali memasuki pintu Safa keesokan harinya.
Ternyata orang itu adalah Muhammad yang ketika itu belum menjadi rasul.
Dengan demikian, dialah yang paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad itu di
tempatnya. Akan tetapi dengan keadilan dan kebijaksanaannya, Muhammad tidak
langsung mengangkat Hajar Aswad itu. Baginda melepaskan serbannya dan
menghamparkannya di tengah-tengah anggota kabilah yang ada. Hajar Aswad lalu
diletakkannya di tengah-tengah serban itu. Baginda kemudian meminta para ketua
kabilah untuk memegang seluruh tepi serban dan secara bersama-sama mengangkat
serban sampai ke tempat yang dekat dengan tempat diletakkannya Hajar Aswad.
Muhammad sendiri memegang batu itu lalu meletakkannya di tempatnya. Tindakan
Muhammad ini mendapat penilaian dan penghormatan yang besar dari kalangan ketua
kabilah yang berselisih faham ketika itu. Awalnya, Hajar Aswad tidak dihiasi
dengan lingkaran pita perak di sekelilingnya. Lingkaran itu dibuat pada
masa-masa berikutnya. Menurut Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraki (M. 203
H), seorang ahli sejarah kelahiran Mekah, Abdullah bin Zubair adalah orang
pertama yang memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad, setelah
terjadi kebakaran pada Kaabah.
Pemasangan pita perak itu dilakukan agar Hajar Aswad tetap utuh dan tidak
mudah pecah. Pemasangan pita perak berikutnya dilakukan pada 189 H, ketika
Sultan Harun ar-Rasyid, Khalifah Uthmaniah (memerintah tahun 786-809 M),
melakukan umrah di Masjidil Haram. Ia memerintahkan Ibnu at-Tahnan, seorang pengukir
perak terkenal ketika itu, untuk menyempurnakan lingkaran pita perak di
sekeliling Hajar Aswad dan membuatnya lebih berkilat dan berkilau. Usaha
berikutnya dilakukan oleh Sultan Abdul Majid, Khalifah Uthmaniah (1225-1277
H/1839-1861 M). Pada tahun 1268 H, baginda menghadiahkan sebuah lingkaran emas
untuk dililitkan pada Hajar Aswad, sebagai pengganti lingkaran pita perak yang
telah hilang. Lingkaran emas itu kemudian diganti semula dengan lingkaran perak
oleh Sultan Abdul Aziz, Khalifah Uthmaniah (1861-1876 M). Pada 1331 H, atas
perintah Sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah pada tahun 1909-1918),
lingkaran pita perak itu diganti dengan lingkaran pita perak yang baru. Untuk
menjaga dan mengekalkan keutuhannya, Hajar Aswad sering dililit dan dilingkari
dengan lingkaran pita perak.
Sumur Zamzam
Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi
kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit
cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah
Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang
cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya,
sehingga sumur ini dikabarkan hilang. Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita
lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad.
Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori
sumur gali (Dug Water Well).
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5
meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan
lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil
transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri
sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah
hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi
topografinya.
Mata air zamzam
Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m)
lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah
yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.
Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan
keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang
agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai
di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga
memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah.
Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang
menunjukkan hal itu. Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar
11 - 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40
000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan
air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan
panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa
dan Marwa. Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56
m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m,
kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter
sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.
Air hujan sebagai sumber berkah
Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas
cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja,
tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air
Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan
perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan
lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para
jamaah di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat
ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.
Lokasi sumur Zamzam
Lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil
haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas
area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk
menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan
pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus. Sumur Zamzam ini, sekali lagi
dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa.
Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur
ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air
sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur
ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur
ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW)
setelah hilang terkubur 4000 tahun (?). Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah
bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H
bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk
meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini
disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran
untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun
dipisahkan.
Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam
Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu
sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah
ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas.
Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur
itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun
(ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di
tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan
pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik
tersendiri bagi jamaah haji. Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah
saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun
pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik
membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya
memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah
sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara
berkah sumur ini.
Sistem Pompa
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli
hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini
dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam
tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk
saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang
yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75
Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja
hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada
hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru
akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara
moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar
Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah,
sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan
mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat. Badan Riset sumur Zamzam yang
berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
* Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
* Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
* Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
* Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui
bangunan kontrol.
* Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
* Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam
Perkembangan perawatan sumur Zamzam.
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian
dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari
sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di
sekitar sumur zamzam. Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini,
pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan
permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan
kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air
ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut
setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang
mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan
disekitar Makkah. Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk
memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415
H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke
tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain
di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir.
Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk
tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah. Saat ini sumur
ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric
submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas.
Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian
muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in
the Zamzam Well).
Kandungan mineral
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik
mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral
alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter.
Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapa dikelompokkan
menjadi : Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre),
calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg
per litre). Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre),
bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg
per litre) and ammonia (6 mg per litre).
Molekul air zam zam
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari
air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang
sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di
Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar
diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon
prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari
perubahan rasa dan kandungan air ini.
Komentar
Posting Komentar