
Untuk (Yang Mengaku) Mujahid Facebook
Halooo..sahabat blog ane...syukron ya udah mau berkunjung lagi...
Ane kemarin baru aja baca-baca artikel di blog favorite ane nih.. dan ane dapat artikel yang menarik yang KUDU WAJIB di baca para Aktivis dakwah....
Langsung aja deh...
“Seyogyanya keberadaan jejaring sosal dunia maya seperti FB mampu dimanfaatkan para Aktivis Dakwah sebagai media dakwah. Tapi kenyataannya, -entah disadari atau tidak- justru FB yang memanfaatkan mereka. Mereka dibuat kecanduan FB dan menjadi lalai di tengah dunia maya. Tidak ada lagi waktu untuk berdzikir, mempalajari ilmu keislaman melalui bacaan, dan mentadaburi al-Qur’an. Keberadaan FB tidak hanya dapat menghancurkan Palestina –karena FB adalah Media Zionis yang sepenuhnya mendukung kedaulatan bangsa yahudi di bumi Palestina-, tapi seluruh Mujahid di dunia yang kecanduan FB”
Mereka lupa bahwa kehidupan mereka di dunia mayapun tak lepas dari pengawasan mereka yang menjadikan mereka, yaitu sebagai aktivis dakwah, sebagai uswah (teladan). Barangkali ungkapan “bicara seperlunya kemudian diam untuk mengingat-Nya” hanya berlaku untuk kehidupan di dunia nyata, tidak di dunia maya. Karena saat ini FB telah dipenuhi oleh kalimat dan perkataan tak bermanfaat dari mereka yang ternyata bukanlah orang-orang yang tidak tahu akan dampak buruk dari perbuatan sia-sia, tapi mereka adalah aktivis dakwah yang memiliki pemahaman agama yang baik – kalaupun tidak bisa dikatakan sempurna-.
Kondisi ini diperparah dengan adanya interaksi yang ‘over’ dikalangan aktivis dakwah di dunia FB. Menggunakan status sebagai alat untuk memancing tanda jempol dari sesama pengguna FB dan tersenyum bangga ketika ada jempol nyasar dari si ‘dia’, sang rekan dakwah. Lebih mengenaskan lagi ketika melihat aktivis yang ‘berkhalwat’ dan saling memberikan komentar dalam sebuah status. Saling curhat, saling bercerita, tertawa, bahagia... mesra... dan tentunya, dosa...
Baragkali para Mujahid FB telah dibuat lupa bahwa perkara yang dapat merusak iman tidak saja karena dosa yang dilakukan, tapi juga kesia-siaa dan berlebih-lebihan, sekalipun terhadap hal yang mubah. Kecanduan terhadap keduniaan akan menimbulkan sifat malas dan kelalaian. Akhirnya hati menjadi keras dan semangat untuk beribadahpun menguap tak membekas. Salah seorang ulama mengatakan, “merupakan tanda lemahnya iman seseorang ketika ia akan melakukan sesuatu ia bertanya ‘Ini dosa atau tidak?’, bukannya bertanya ‘Ini bermanfaat atau tidak?’. Ditambah lagi dengan maraknya interaksi yang melemahkan iman dan merusak hati. Interaksi antara ikhwa-akhwat FB yang dapat menjerumuskan pada dosa, menghilangkan taqwa, dan membawa pada kebinasaan. Nadzubillah...
Seharusnya seorang pendakwah mampu mengendalikan diri dimanapun berada dan apapun situasinya. Jangan sampai dipandang munafik di mata mereka, para objek dakwah. Sebelum menyerukan dakwah lihatlah diri dan kepribadian kita. Jangan sampai dakwah terlihat tidak pantas dikarenakan perbuatan yang tidak layak dan kebiasaan buruk dari para penyeru dakwah. Kita melarang pembicaraan sia-sia padahal di dunia maya kita ahlinya. Kita melarang interaksi yang berlebihan, padahal di dunia maya kita pelakunya.
Sebagai kader dakwah, sekali lagi kita dituntut untuk dapat ‘berbeda’. Berbeda dalam segi perbuatan, akhlak, dan penampilan; jauh dari perbuatan sia-sia, akhlak yang buruk, dan penampilan yang tidak mencerminkan seorang yang memiliki pemahaman agama yang baik. Dapat memanfaatkan apapun untuk kebaikan agama, itulah landasan dari segala tindakan seorang pejuang dakwah, pejuang agama. Buktikan bahwa FB dapat menjadi media dakwah yang baik dengan keberadaan kita –bukannya malah dibuat lalai dengan bermain dengan status dan komentar sia2-! Teruskan perjuangan dakwah dimanapun dunianya!
http://rabbanisnotes.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar